Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Penyebab Kolesterol Tinggi pada Wanita dan Ciri-Ciri yang Harus Diwaspadai

Penyebab Kolesterol Tinggi pada Wanita dan Ciri-Ciri yang Harus DiwaspadaiPenyebab Kolesterol Tinggi pada Wanita dan Ciri-Ciri yang Harus Diwaspadai

Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi seiring waktu dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung. Namun, bagi wanita, ada faktor hormonal yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kadar kolesterol.

Penyebab Kolesterol Tinggi pada Wanita

Kolesterol memiliki peran penting dalam pembentukan sel-sel tubuh. Namun, apabila kadarnya terlalu tinggi dalam darah, kolesterol justru dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. 

Ada beberapa penyebab kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia) pada wanita, antara lain:

1. Kehamilan 

Selama kehamilan, kadar kolesterol dalam tubuh wanita cenderung meningkat. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan hormon serta metabolisme. 

Lonjakan hormon estrogen dan progesteron selama hamil berperan dalam meningkatkan kadar low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dan trigliserida. Meskipun kondisi ini umumnya bersifat sementara, kadar kolesterol yang terlalu tinggi tetap perlu diawasi karena dapat meningkatkan risiko preeklamsia dan masalah kesehatan jantung dan pembuluh darah pada ibu hamil.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Suplemen yang Bagus untuk Kesehatan Jantung

2. Menopause

Banyak wanita yang mengalami perubahan kadar kolesterol secara signifikan saat memasuki masa menopause, yaitu sekitar usia 50-55 tahun. 

Penurunan kadar hormon estrogen yang terjadi selama menopause berdampak pada peningkatan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida. Sebuah studi pada tahun 2020 menemukan bahwa bahwa wanita yang sudah menopause memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang masih dalam usia subur.

3. PCOS

Wanita dengan Polycystic ovary syndrome (PCOS) tidak hanya menghadapi gangguan hormon, tetapi juga memiliki risiko tinggi mengalami dislipidemia, yaitu ketidakseimbangan kadar kolesterol dalam tubuh. 

PCOS sering dikaitkan dengan tingginya kadar trigliserida dan kolesterol LDL, serta rendahnya kolesterol high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik. Apabila tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat  meningkatkan risiko penyakit jantung.

4. Pola Makan Tinggi Lemak dan Gula

Konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh atau gula secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol. 

Beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat meningkatkan kadar kolesterol, antara lain:

  • Makanan dengan kadar lemak tinggi: jeroan, gorengan, makanan cepat saji.
  • Makanan tinggi gula: soda, permen, bubble tea, kue
  • Makanan tinggi karbohidrat olahan: mie instan, seblak, roti putih.

Makanan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Selain itu, konsumsi karbohidrat atau minuman manis terlalu banyak juga bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida dalam tubuh. 

Baca Juga: Rekomendasi Suplemen Terbaik untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

5. Kurang Olahraga

Gaya hidup yang kurang aktif memiliki kontribusi besar pada kadar kolesterol.

Saat tubuh kurang olahraga atau aktif bergerak, maka lemak akan mudah mengendap dalam tubuh. Kondisi ini akan meningkatkan kadar LDL dan trigliserida. Kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan obesitas, yang merupakan faktor risiko utama untuk kolesterol tinggi dan penyakit jantung.

6. Mengalami Stres

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres yang tidak terkontrol dapat memicu peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.

Ketika stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat menyebabkan peningkatan kadar LDL dan trigliserida. Selain itu, stres juga dapat memicu kebiasaan makan yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak, yang semakin memperburuk kondisi kolesterol tinggi.

Baca Juga: Obat Alergi Makanan di Apotek yang Ampuh Redakan Gejala dengan Cepat

Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita

Kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala, sehingga sulit untuk diketahui ciri-cirinya. Tes darah adalah satu-satunya cara untuk mengetahuinya. Pada kebanyakan kasus, kolesterol tinggi baru diketahui setelah adanya masalah pada kesehatan, seperti serangan jantung atau stroke.

Ada beberapa ciri-ciri tidak langsung yang dapat menjadi indikasi kadar kolesterol tinggi. Gejalanya dapat berbeda-beda pada setiap individu, beberapa yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Nyeri dada (angina), terjadi akibat penyempitan pembuluh darah jantung.
  • Sesak napas, terutama setelah aktivitas ringan.
  • Kelelahan, terjadi karena gangguan aliran darah ke jaringan tubuh.
  • Kebas atau kesemutan, terjadi karena aliran darah yang tidak lancar.
  • Tekanan darah tinggi, umumnya terjadi karena penumpukan plak di arteri.
  • Muncul endapan berwarna kekuningan pada kulit (xanthoma), umumnya muncul di sekitar mata atau persendian.

Kadar kolesterol tinggi dapat memicu pembentukan plak pada arteri, yang menyebabkan penyempitan serta mengganggu aliran darah. Plak yang menumpuk dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. 

Cara terbaik untuk mengetahui kadar kolesterol adalah dengan melakukan tes darah. Kolesterol total yang melebihi 200 mg/dL dianggap tinggi. Anda disarankan untuk mulai melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah setelah usia 20 tahun. Pemeriksaan perlu dilakukan setiap 4 hingga 6 tahun. 

Kolesterol tinggi merupakan kondisi yang dapat berdampak serius pada kesehatan jika tidak dikelola dengan baik. Wanita memiliki beberapa faktor risiko tambahan, seperti kehamilan, menopause, dan PCOS, yang dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna memantau kadar kolesterol dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Anda juga disarankan untuk menjaga pola makan sehat, rutin olahraga, dan mengelola stres.

Beli vitamin kolesterol di Farmaku.com dengan promo Waspadai Kolesterol. Nikmati diskon hingga 10% untuk produk suplemen pilihan. Belanja sekarang!

Bartels, Anne dan Keelin O'Donoghue. 2011. Cholesterol in pregnancy: a review of knowns and unknowns. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4989641/. (Diakses pada 24 Maret 2025).
Bernstein, Susan. 2023. Stress and Cholesterol: Is There a Link? https://www.webmd.com/cholesterol-management/stress-cholesterol-link. (Diakses pada 24 Maret 2025).
Cafasso, Jacquelyn. 2023.
Harvard Health Publishing. 2023. Sugary drinks may raise levels of unhealthy blood fats. https://www.health.harvard.edu/heart-health/sugary-drinks-may-raise-levels-of-unhealthy-blood-fats. (Diakses pada 24 Maret 2025).
Inaraja, Veronica, dkk. 2020. Lipid profile changes during the menopausal transition. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32187130/. (Diakses pada 24 maret 2025).
Mayo Clinic Staff. 2025. High cholesterol. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/symptoms-causes/syc-20350800. (Diakses pada 24 Maret 2025).
Wild, Robert A, dkk. 2011. Lipid levels in polycystic ovary syndrome: systematic review and meta-analysis. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21247558/. (Diakses pada 24 Maret 2025)

Sumber



Keuntungan Belanja di Farmaku

Terdaftar di PSEF

100% Produk Ori, dan Berkualitas

Pengiriman Cepat Sampai

Nikmati Promo Menarik

Nikmati Gratis Ongkos Kirim

Member Benefit

Artikel Terkait Kesehatan