Stroke: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

gambar stroke

Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak yang menetap, kecacatan permanen, bahkan kematian. Apa penyebabnya? Bagaimana mengenali gejalanya dan langkah pencegahannya? Simak selengkapnya di artikel ini!

Apa Itu Stroke?

Stroke adalah kondisi ketika pasokan darah menuju otak tersumbat atau berkurang. Akibatnya, jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga menyebabkan sel-sel otak mati dalam hitungan menit.

Pada gilirannya, bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik.

Stroke termasuk keadaan darurat medis. Oleh karena itu, penanganan medis perlu dilakukan segera ketika gejala penyakit ini menyerang. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan otak dan komplikasi berbahaya lainnya.

Penyebab Stroke

Secara umum, terdapat dua penyebab stroke yang dapat diketahui, yaitu gumpalan darah pada pembuluh darah di otak (stroke iskemik) dan pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik).

1. Stroke Iskemik

Jenis stroke ini disebabkan oleh adanya gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah ke otak. Beberapa kemungkinan penyebabnya, antara lain:

Ada dua jenis stroke iskemik, yaitu:

2. Stroke Hemoragik

Stroke Hemoragik terjadi saat arteri di otak pecah atau mengalami kebocoran. Kondisi ini menyebabkan perdarahan dan berkurangnya asupan oksigen dan nutrisi pada bagian otak tertentu.

Mengacu pada jenisnya, ada dua jenis stroke hemoragik, yaitu:

Baca Juga: 7 Obat Saraf yang Aman dan Tersedia di Apotek

Faktor Risiko Stroke

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke, antara lain:

Selain itu, gaya hidup tertentu dapat memperbesar risiko stroke, seperti:

Gejala Stroke

Aliran darah ke otak yang berkurang dapat menyebabkan kerusakan di dalam otak. Gejala stroke akan muncul di bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang terdampak tersebut.

Seseorang yang mengalami kondisi ini dapat mengalami gejala berikut:

Jika mengalami gejala stroke, segera periksakan kondisi ke dokter, sekalipun gejala tersebut hilang-timbul.

Baca Juga: 7 Obat Pengencer Darah Rekomendasi Dokter untuk Cegah Stroke & Serangan Jantung

Diagnosis Stroke

Langkah pertama untuk diagnosis stroke adalah wawancara medis lengkap. Dokter akan bertanya seputar:

Setelah itu, dokter akan memeriksa tekanan darah dan mendengarkan denyut jantung. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi:

Jika dicurigai sebagai gejala stroke, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang lain untuk menegakkan diagnosis, seperti:

Pengobatan Stroke

Jenis pengobatan yang diberikan bergantung pada jenis stroke yang dialami. Secara umum, penanganan stroke yang dapat dilakukan, di antaranya:

1. Obat-obatan

Jenis obat-obatan yang dapat digunakan pada pengobatan stroke, antara lain:

2. Tindakan Medis

Beberapa tindakan medis untuk menangani stroke, di antaranya:

Komplikasi Stroke

Adapun komplikasi stroke yang dapat terjadi, di antaranya:

Pada beberapa kondisi, komplikasi akan membaik seiring waktu. Namun, beberapa komplikasi dapat bersifat permanen.

Baca Juga: 7 Obat Stroke Ringan yang Ampuh dan Tersedia di Apotek

Pencegahan Stroke

Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah stroke, di antaranya:

Demikian penjelasan lengkap seputar stroke yang penting untuk diketahui. Tebus obat stroke di farmaku.com dan nikmati diskon hingga 5%. Download aplikasinya sekarang!